Burung
Cendet / Burung Pentet merupakan salah satu burung predator yang memiliki suara
variasi isian yang sangat baik.
Cendet juga memiliki nama lain, seperti bentet, pentet, dan toet (Jawa Barat)
dan burung ini merupakan burung petengger dan pemangsa yang agresif dari Famili
Laniidae. Famili Laniidae mencakup 74 spesies yang dibagi dalam 4 subfamili.
Cendet yang umum termasuk dalam subfamili Laniinae dan Genus Lanius.
Karakter dasar burung Cendet
Ganas apabila lapar. Burung ini akan berlaku agresif apabila lapar.
Petarung yang memiliki teritorial. Apabila mendengar suara burung lain atau
melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya,
banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan
EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung
Cendet lain, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah
jinak kepada manusia.
Panjang tubuhnya 20—25 cm. Paruhnya membentuk kait di bagian ujung, serupa
dengan burung falkon, sejenis burung elang. Cendet juga memiliki tungkai yang
kuat dan cakar yang tajam yang dipergunakan untuk mencengkeram mangsanya di
udara. Sayap yang pendek dan bulat menyandang 10 batang bulu sayap luar primer
dan ekor yang bulat memiliki 12 bulu yang berfungsi sebagai kemudi ketika
cendet sedang terbang. Cendet juga mempunyai bulu kaku yang tumbuh di sekitar
moncongnya.
Ciri khas burung cendet adalah ekornya yang panjang dan akan meliuk-liuk jika
sedang berbunyi. Nyanyian cendet mencakup nada-nada yang harmonis. Berbeda
sekali dengan pekikannya yang ribut dan kedengaran kencang melengking. Sifat asli
burung cendet adalah galak. Jika mematuk, biasanya sekaligus menggigit dengan
paruhnya yang tajam. Jika menggigittangan atau bagian tubuh lainnya, biasanya
akan meninggalkan bekas gigitan di bagian tubuh tersebut.
Namun, jika burung cendet ini kita pelihara sejak piyikan, sifat galaknya akan
sedikit hilang. Bahkan burung ini akan mendekat jika melihat tangan kita.
Cendet akan langsung turun seolah-olah kita akan memberinya makan.
Untuk membedakan jenis kelamin burung cendet dapat dilakukan dengan cara mengamati
bagian samping kiri dan kanan burung . Jika di bagian pipinya ada warna hitam
yang mencolok sekali, menunjukkan bahwa cendet tersebut berkelamin jantan.
Untuk betina, warna hitamnya terlihat semu. Dilihat dari bentuk kepalanya,
cendet betina biasanya mempunyai kepala agak menggelembung. Yg jantan memiliki
bentuk kepala yang agak ceper mendatar. Untuk lebih pasti dapat dilihat di
bagian supit burung. Burung cendet jantan mempunyai supit kecil panjang
ditandai dengan motif bulu berupa garis tidak beraturan di bagian supitnya.
Pada betina, bentuk supitnya besar dengan motif bulu garis teratur seperti
kembang.
Potensi ngoceh tanpa henti juga bisa dilihat dari perawakannya. Bakalan yang
baik harus berbadan tegap. Sayapnya terkesan kokoh, rapi, simetris, dan tidak
cacat. Pilih burung berkepala besar, membulat, dan bagian atasnya datar. Burung
berkepala besar diyakini sebagai burung pintar. Perhatikan juga bentuk dan
ukuran paruh.
Utamakan cendet dengan paruh tebal dan panjang, tetapi tampak proporsional dengan
ukuran kepala dan tubuh. Paruh tebal dan tampak kokoh menandakan burung bisa
membawakan lagu dengan tembakan dan volume keras. Sebaliknya, jika paruh
terlihat pipih, cenderung ngerol. Jika ngerol, volume suara akan lebih kecil
karena dibutuhkan napas lebih lama.
Sementara itu, jika dilihat dari penampilannya, cendet yang rajin berkicau
mempunyai ciri sebagai berikut.
— Bermata jeli serta berbulu rata dan agak mengilap.
— Gerakannya gesit, duburnya bersih dari kotoran, serta organ kanan dan kirinya
seimbang
— Volume suara keras.
— Mempunyai bakat alami (mental) yg baik. Tidak takut ketika bertemu dengan
burung sejenis, baik ketika latihan maupun kontes., sebagai berikut:
Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cendet jantan dapat dilihat warna bulu yang
tegas mengkilap dan kontras.
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar
dan panjang. Paruh bagian bawah cenderung lurus. Jangan memilih bahan yang
memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi
mata.
Kepala besar, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai
mental tempur yang baik.
Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan
dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan
berbadan pendek.
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut
sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak
berpengaruh terhadap mental burung.
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental
baik.
Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara
secara maksimal

No comments:
Post a Comment