Burung
Cendet / Burung Pentet merupakan salah satu burung predator yang memiliki suara
variasi isian yang sangat baik.
Cendet juga memiliki nama lain, seperti bentet, pentet, dan toet (Jawa Barat)
dan burung ini merupakan burung petengger dan pemangsa yang agresif dari Famili
Laniidae. Famili Laniidae mencakup 74 spesies yang dibagi dalam 4 subfamili.
Cendet yang umum termasuk dalam subfamili Laniinae dan Genus Lanius.
Karakter dasar burung Cendet
Ganas apabila lapar. Burung ini akan berlaku agresif apabila lapar.
Petarung yang memiliki teritorial. Apabila mendengar suara burung lain atau
melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya,
banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan
EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung
Cendet lain, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah
jinak kepada manusia.
Panjang tubuhnya 20—25 cm. Paruhnya membentuk kait di bagian ujung, serupa
dengan burung falkon, sejenis burung elang. Cendet juga memiliki tungkai yang
kuat dan cakar yang tajam yang dipergunakan untuk mencengkeram mangsanya di
udara. Sayap yang pendek dan bulat menyandang 10 batang bulu sayap luar primer
dan ekor yang bulat memiliki 12 bulu yang berfungsi sebagai kemudi ketika
cendet sedang terbang. Cendet juga mempunyai bulu kaku yang tumbuh di sekitar
moncongnya.
Ciri khas burung cendet adalah ekornya yang panjang dan akan meliuk-liuk jika
sedang berbunyi. Nyanyian cendet mencakup nada-nada yang harmonis. Berbeda
sekali dengan pekikannya yang ribut dan kedengaran kencang melengking. Sifat asli
burung cendet adalah galak. Jika mematuk, biasanya sekaligus menggigit dengan
paruhnya yang tajam. Jika menggigittangan atau bagian tubuh lainnya, biasanya
akan meninggalkan bekas gigitan di bagian tubuh tersebut.
Namun, jika burung cendet ini kita pelihara sejak piyikan, sifat galaknya akan
sedikit hilang. Bahkan burung ini akan mendekat jika melihat tangan kita.
Cendet akan langsung turun seolah-olah kita akan memberinya makan.
Untuk membedakan jenis kelamin burung cendet dapat dilakukan dengan cara mengamati
bagian samping kiri dan kanan burung . Jika di bagian pipinya ada warna hitam
yang mencolok sekali, menunjukkan bahwa cendet tersebut berkelamin jantan.
Untuk betina, warna hitamnya terlihat semu. Dilihat dari bentuk kepalanya,
cendet betina biasanya mempunyai kepala agak menggelembung. Yg jantan memiliki
bentuk kepala yang agak ceper mendatar. Untuk lebih pasti dapat dilihat di
bagian supit burung. Burung cendet jantan mempunyai supit kecil panjang
ditandai dengan motif bulu berupa garis tidak beraturan di bagian supitnya.
Pada betina, bentuk supitnya besar dengan motif bulu garis teratur seperti
kembang.
Potensi ngoceh tanpa henti juga bisa dilihat dari perawakannya. Bakalan yang
baik harus berbadan tegap. Sayapnya terkesan kokoh, rapi, simetris, dan tidak
cacat. Pilih burung berkepala besar, membulat, dan bagian atasnya datar. Burung
berkepala besar diyakini sebagai burung pintar. Perhatikan juga bentuk dan
ukuran paruh.
Utamakan cendet dengan paruh tebal dan panjang, tetapi tampak proporsional dengan
ukuran kepala dan tubuh. Paruh tebal dan tampak kokoh menandakan burung bisa
membawakan lagu dengan tembakan dan volume keras. Sebaliknya, jika paruh
terlihat pipih, cenderung ngerol. Jika ngerol, volume suara akan lebih kecil
karena dibutuhkan napas lebih lama.
Sementara itu, jika dilihat dari penampilannya, cendet yang rajin berkicau
mempunyai ciri sebagai berikut.
— Bermata jeli serta berbulu rata dan agak mengilap.
— Gerakannya gesit, duburnya bersih dari kotoran, serta organ kanan dan kirinya
seimbang
— Volume suara keras.
— Mempunyai bakat alami (mental) yg baik. Tidak takut ketika bertemu dengan
burung sejenis, baik ketika latihan maupun kontes., sebagai berikut:
Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cendet jantan dapat dilihat warna bulu yang
tegas mengkilap dan kontras.
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar
dan panjang. Paruh bagian bawah cenderung lurus. Jangan memilih bahan yang
memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi
mata.
Kepala besar, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai
mental tempur yang baik.
Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan
dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan
berbadan pendek.
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut
sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak
berpengaruh terhadap mental burung.
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental
baik.
Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara
secara maksimal
Friday, February 22, 2013
Tuesday, February 19, 2013
PROBLEM UTAMA CUCAK HIJAU
PROBLEM CUCAK HIJAU
1. Kurang fighting spirit, tidak ngetrok atau njambul
2. Hanya melet-melet (julurkan lidah) kalau ditrek
3. Mabung nyulam terus-menerus
4. Nyekukruk tak bergairah
2. Hanya melet-melet (julurkan lidah) kalau ditrek
3. Mabung nyulam terus-menerus
4. Nyekukruk tak bergairah
1. Kurang fighting spirit alias kurang semangat tempur biasanya karena burung masih muda, burung
kurang fit, kegemukan. Atasi dengan pemberian asupan yang seimbang gizi,
vitamin dan mineralnya. Bisa gunakan BirdVit untuk rawatan harian. Bisa
gunakan BirdShout selama 3 hari sebelum turun lomba. Jika kegemukan, perbanyak
mandi.
Agar burung ngentrok dan njambul, pastikan burung
birahi secara terukur. Selain diterapi harian dengan BirdVit, latihlah
atau sering pertemukan dengan cucak hijau yang suka njambul dan ngentrok.
Karakter “njambul dan ngentrok” bisa ditularkan dengan cara burung yang
“dimaster” dikerodong, dan usahakan bisa melihat cucak hijau lain yang suka
ngentrok dan njambul bila sedang berbunyi.
2. Hanya melet-melet (julurkan
lidah) kalau ditrek, maka penyebabnya dan cara mengatasinya sama dengan poin
pertama hanya saja sering-sering ditrek dengan burung lain dan kurangi/ jangan
dicas dengan burung betina.
3. Mabung nyulam terus-menerus, penyebabnya kebanyakan lemak dan protein tetapi kekurangan vitamin dan
mineral. Lakukan terapi Bird Mineral dan barengi dengan perawatan harian
menggunakan BirdVit. Kurangi dulu penjemuran dari porsi biasanya.
4. Nyekukruk tak bergairah. Bisa disebabkan oleh gangguan parasit, baik cacing maupun kutu. Bisa atasi
dengan AscariStop dan FreshAves. Jika gangguan parasit sangat
akut, bisa disertai penggunaan BirdFresh.
BURUNG MURAI BATU
Scientific classification
Kingdom: Animalia Phylum: Chordata Class: Aves Order: Passeriformes Family: Muscicapidae Genus: Copsychus Species: C. malabaricus Binomial name Copsychus malabaricus Synonyms Kittacincla macrura Cittocincla macrura |
REFERENSI
|
Umum
Burung murai batu (Copychus malabaricus)
adalah anggota keluarga Turdidae. Burung keluarga Turdidae dikenal memiliki
kemampuan berkicau yang baik dengan suara merdu, bermelodi, dan sangat
bervariasi. Ketenaran burung murai batu bukan hanya sekedar dari suaranya yang
merdu, namum juga gaya bertarungnya yang sangat aktraktif.
Jenis-jenis murai batu yang dikenal di Indonesia
adalah sebagai berikut:
- Murai batu medan, Bukit Lawang, Bohorok, kaki G
Leuser wilayah Sumatra Utara. Panjang ekor 27 – 30 cm.
- Murai Aceh, di kaki G Leuser wilayah Aceh.
Panjang ekor 25 – 30 cm.
- Murai batu Nias, panjang ekor 20 – 25 cm. Ekor
keseluruhan berwarna hitam.
- Murai Jambi, hidup di Bengkulu, Sumatra Selatan,
Jambi.
- Murai batu Lampung, hidup di Krakatau, Lampung.
Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 – 20 cm.
- Murai Banjar (Borneo), jenis ini paling populer
di Kalimantan, karena sering merajai berbagai lomba di Kalimantan.
Penyebaran di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10 –
12 cm.
- Murai Palangka (Borneo), panjang ekor 15 – 18 cm.
Hidup di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
- Larwo (Murai Jawa), hidup di Jawa Tengah dan Jawa
Barat. Tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Jenis ini sudah sangat
langka ditemukan. Panjang ekor 8 – 10 cm.
Selain dari 8 sub-spesies murai batu di atas, masih
ada murai batu yang berasal dari negeri tetangga, yaitu :
- Murai batu Malaysia, wilayah Penang. Ekor tipis
dan panjang sekitar 30 – 33 cm dan postur tubuh lebih besar dari murai
medan.
- Murai batu Thailand, hidup di perbatasan Thailand
dan Malaysia, tubuh lebih besar dari murai medan, panjang ekor 32 – 35 cm
dan warna hitam mengkilat indigo (kebiru-biruan).
- Murai batu Philippine, wilayah Luzon dan
Catanduanes. Jenis ini lebih tepat disebut murai hias, karena memiliki warna
tubuh yang sangat indah.
Murai batu serta kerabatnya dikelompokkan dalam
beberapa species, sebagai berikut:
- Copsychus malabaricus (White Rumped Shama),
- Copsychus luzoniensis (White Browed Shama),
- Copsychus niger (White
Vented Shama)
- Copsychus cebuensis (Black Shama).
- Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama /
Rufous Tailed Shama) .
Subspecies, ciri-ciri dan penyebarannya
A. Copsychus malabaricus (White Rumped Shama) terdiri
dari 19 sub-species:
- Copsychus interpositus (Nepal, India, Myanmar, Yunan -China, Thailand dan Indochina)
- Copsychus stricklandii (Sabah, Kalimantan)
- Copsychus andamanensis (Andaman, Nicobar)
- Copsychus albiventris (Andaman)
- Copsychus indicus (Nepal, Indochina)
- Copsychus pellogynus (Myanmar, Peninsular)
- Copsychus minor
(Hainan-China)
- Copsychus mallopercnus (Malaysia)
- Copsychus javanus (Jawa Barat dan Jawa Tengah)
- Copsychus omissus
- Copsychus barbouri (Maratua, Kalimantan Timur)
- Copsychus leggei (Sri Lanka)
- Copsychus malabaricus (India)
- Copsychus macrourus (Con Son, Vietnam Selatan)
- Copsychus tricolor (Malaysia, Sumatra, Natuna Island dan Anamba)
- Copsychus melanurus (Sumatra bagian Barat, Enggano)
- Copsychus suavis (Sarawak, Kalimantan)
- Copsychus mirabilis (Prinsen Island)
- Copsychus nigricauda (Kangean Island)
B. Copsychus luzoniensis (White Browed Shama) terdiri
dari 4 subspecies, yaitu :
- Copsychus luzoniensis (Luzon, Catanduanes)
- Copsychus parvimaculatus (Polillo)
- Copsychus shemleyi (Marinduque)
- Copsychus superciliaris (Masbate, Negros, Panay,
Ticao).
C. Copsychus niger (White Vented Shama):
Tersebar di Palawan, Calamian, Balabac, Sabang (all in Philippines).
D. Copsychus cebuensis (Black Shama): Hidup di wilayah
Cebu Philippines.
E. Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama / Rufous
Tailed Shama): Penyebaran di Way Kambas, Thailand, Malaysia dan Borneo.
Gambar beberapa jenis/sun-spesies murai batu (sumber
gambar: planet burung)
PERAWATAN CUCAK HIJAU MABUNG
PERAWATAN CUCAK HIJAU MABUNG
Untuk burung cucak hijau, sangat jarang terjadi mabung
total dan biasanya hanya nyulam atau ganti bulu secara bergantian. Namun jika
terjadi burung mengalami masa nyulam dengan banyak bulu yang berjatuhan, maka
perlu dilakukan treatmen mabung. Apa itu?
Masa mabung (moulting) merupakan masa yang sangat
menuntut perhatian penghobi burung. Bulu yang hilang dan digantikan selama masa
mabung atau meranggas ini menyerap 25% dari total protein yang ada di dalam
tubuh burung. Inilah mengapa selama masa mabung perlu ditambahkan juga protein
sebesar seperempat total protein dalam tubuh burung.
Bulu-bulu dan selongsong bulu terdiri atas lebih dari
90% protein, khususnya protein yang disebut keratins. Protein bulu berbeda
dengan protein pada tubuh dan telur serta memerlukan jumlah proporsional yang
berbeda atas asam amino (pembangun sel atau blok protein). Burung harus
mengonsumsi makanan dengan kandungan asam amino jenis ini kemudian menyerap dan
disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu.
Proses ini sangat penting bagi burung dan tubuh burung harus bekerja ekstra
untuk mendapatkan gizi yang cukup untuk membentuk bulu secara sempurna.
Ketika burung mabung, mereka juga memerlukan energi
yang besar untuk memproduksi bulu baru. Keperluan energi yang diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan protein, menyebabkan burung harus mengonsumsi lebih banyak
makanan selama meranggas untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bulu baru.
Untuk diketahui saja, energi yang diperlukan burung selama masa mabung sebesar
dua setengah kali lebih banyak ketimbang burung yang sedang memproduksi telur
(lihat misalnya penjelasan pada “Moulting in Bird” di situs vetafarm.com yang
menjadi referensi utama untuk tulisan mengenai masalah mabung ini).
Faktor-faktor yang berpengaruh pada masa mabung tidak
bisa sepenuhnya dipahami, karena sangat kompleks. Umur burung, musim saat
mabung, cuaca harian, kadar hormon dan siklus perkembangbiakan, semua menjadi
faktor penentu bagi keberhasilan atau kegagalan burung melewati masa mabung.
Hal yang paling utama untuk diingat adalah bahwa pada
saat burung mabung, Anda harus memberikan suplai pakan yang cukup sehingga
mereka bisa mengembangkan bulu-bulu sesempurna mungkin.
Untuk menyediakan protein yang diperlukan untuk
peningkatan produksi bulu, Anda harus meningkatkan asam amino yang mengandung
sulfur seperti metionin dan sistin. Protein seperti itu bisa ditemukan di dalam
daging hewan. Daging dapat diberikan kepada kebanyakan burung yang sedang
mabung dalam jumlah kecil plus pemberian suplemen makanan yang baik. Suplemen
multivitamin dan multimineral yang baik seharusnya mengandung berbagai vitamin
dan mineral serta asam amino untuk memungkinkan tumbuhnya bulu secara normal.
Meskipun pada umumnya mabung berjalan normal, ada
beberapa hal yang sering mengganggu masa mabung burung, khususnya tumbuhnya
bulu yang tidak merata atau bahkan ada bulu yang tidak rontok (sekadar nyulam).
Penggangu tersebut antara lain:
* Penyakit - Penyakit yang disebabkan virus
circovirus (Beak and Feather Disease) dan virus polyoma adalah penyakit paling
umum yang menyebabkan burung kesulitan memproduksi bulu. Psittacosis kronis,
gangguan parasit dan infeksi bakteri pada usus dapat pula menyebabkan bulu
burung sulit tumbuh.
* Gizi buruk – Sebagaimana digambarkan di atas,
persyaratan untuk berlangsungnya produksi bulu secara normal memang sangat
banyak, dan karenanya makanan yang kurang gizi bisa menyebabkan tumbuhnya bulu
yang tidak berkualitas (mudah patah, mudah kusam, melintir/ keriting dan
sebagainya).
* Kimiawi – penggunaan bahan kimiawi
sering menyebabkan bulu tumbuh tidak sempurna atau bahkan merusak bulu. Salah
satu contohnya adalah zat pembasmi cacing pada merpati yang dikenal sebagai
Mebendazole. Bahan kimia ini akan menyebabkan bulu burung melintir jika
diberikan semasa burung mabung.
* Stres – Hal ini terjadi terutama untuk burung
yang disuapi/loloh dengan tangan manusia. Tangan manusia menyebabkan bulu baru
tidak bisa berkembang sempurna dan sebagainya.
Apa yang perlu Anda lakukan agar burung dapat memiliki
bulu baru sebaik mungkin?
Pertama-tama menyingkirkan
segala cacing, kutu, mikroba pengganggu dan parasit lainnya.
Kedua, pastikan
tidak satu pun dari burung Anda menjadi pembawa virus bibit penyakit, misalnya
Polyoma.
Ketiga, berikan gizi
yang cukup selama burung meranggas/mabung dengan pakan yang bagus. Hanya saja
perlu diingat bahwa pakan yang bagus bukan berarti pakan yang banyak, sebab
terlalu banyak pakan yang hanya mengandung karbohidrat misalnya, hanya akan
membuat burung kekurangan gizi meski secara fisik terlihat gemuk.
Jika Anda telah melakukan semua hal di atas dan masih
mengalami masalah dengan kualitas bulu Anda perlu berbicara dengan dokter hewan
khusus burung.
Cara Smart menggunakan BirdVit
Dalam kaitan dengan persoalan mabung inilah disarankan
kepada penghobi burung untuk memberikan burung asupan tambahan, misalnya BirdMolting
atau juga BirdVit untuk burung yang sedang mabung. Cara ini lebih smart”
sebab BirdVit adalah multivitamin dan multimineral yang sangat
diperlukan burung selama masa mabung.
BirdVit mengandung hampir semua vitamin dan mineral
yang diperlukan burung, seperti:
- Vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3
(Nicotimanide) B6, B12, C dan K3.
- Zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl,
Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D
Pantothenate.
- Mineral utama seperti potasium chlorida, sodium
chlorida, magnesium sulfate, mangan sulfate, iron sulfate, zinc sulfate,
copper sulfate dan cobalt sulfate.
Dengan demikian, selama kita menggunakan BirdVit untuk
menangani burung mabung, maka kita cukup memberikan porsi pakan seperti
sediakala tanpa khawatir burung kekurangan “energi masa mabung”. Sebab, memang
benar energi yang diperlukan burung ketika mabung bukanlah energi yang hanya
akan mengumpul menjadi lemak tetapi energi untuk pertumbuhan bulu seperti asam
amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin.
Cucak hijau bermasalah
Untuk burung-burung yang sangat bermasalah misalnya
bulu mudah patah atau burung sakit-sakitan seusai masa mabung, biasanya
dikarenakan asupan mineralnya yang kurang. Selain digunakan BirdVit,
Anda bisa menyertakan pula BirdMineral.
Apa beda BirdMineral dan BirdVit?
Untuk diketahui, ada mineral dan vitamin tertentu yang
tidak efektif jika digunakan bersamaan. Akan saling melemahkan. Karena keduanya
sama-sama dibutuhkan burung dalam jumlah yang proporsional, maka mineral dan
vitamin tertentu hanya bisa dicampur dengan komposisi dan volume tertentu.
Seperti diketahui di dalam BirdVit ada sejumlah
mineral yang sangat diperlukan burung. Namun kandungan mineral di dalam BirdVit
tidak sebesar di dalam BirdMineral karena selain sebagai penjaga
vitalitas burung, BirdMineral juga bersifat mengcover atau
mengobati.
Pola perawatan cucak hijau masa mabung:
- Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari
lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi
dikerodong.
- Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal
20 menit/hari atau kalau untuk penanganan ekstrim burung mabung, bisa
dilakukan perawatan ekstem mabung.
- Jika Anda tidak menggunakan BirdVit atau
BirdMineral, pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat
diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru.
Misalnya: setelan jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 3 ekor sore, kroto 1
sendok makan setiap pagi dan cacing 2 ekor 3x seminggu.
- Meski tidak menggunakan BirdVit dan/atau
BirdMineral, pemberian multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air
minum 2x seminggu sangat perlu.
- Jika Anda tidak menggunakan BirdVit, perlu
perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna
sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Di samping itu buah
pepaya banyak mengandung vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya
tahan tubuh burung.
Lakukan pemasteran
Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi
diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai
dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter
dan tipe suara burung dengan suara burung master.
PERAWATAN BURUNG CUCAK IJO
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam
pemilihan bahan atau bakalan pada burung cucak hijau.
- Berkelamin jantan dengan postur tubuh yang
panjang serasi, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak
lincah.
- Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang
berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang.
- Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih
bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat
mungkin dengan posisi mata.
- Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur
sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan
memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
- Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat,
ini menandakan bahan tersebut sehat.
- Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental
burung.
- Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan
ciri-ciri bahan yang bermental baik.
- Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut
memiliki prospek yang cerah.
- Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini
akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
CARA PERAWATAN
-Tempat: Cucak hijau bisa dipelihara dengan
sangkar kotak dengan ukuran panjang-lebar 45-45 cm dengan tinggi 60 cm atau
bisa juga sangkar bulat dengan diameter 35 cm. Sementara tenggeran atau
pangkringan bisa dibuat dari kayu asam dengan diameter 1,5 cm.
- Pakan: Sama dengan
burung lain pada umumnya, cucak hijau memerlukan menu pakan yang variatif
sehingga kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya. Pakan yang bagus, selain
lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrat, juga lengkap vitaminnya
seperti vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3. Selain
itu, perlu pula mengandung zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl,
Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari vitamin B) dan Ca-D
Di samping vitamin, perlu juga kecukupan mineral.
Mineral dibutuhkan dalam pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan
tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan
lain-lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan
tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan
penyembuhan.
Yang termasuk mineral yang diperlukan burung cucak
hijau adalah Calcium, Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum,
Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium.
Makanan yang sesuai untuk burung cucak hijau
- Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein
sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu voer yang berharga mahal akan cocok
dengan sistem metabolisme setiap burung cucak hijau. Voer diberikan
sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan voer yang baru
setiap dua hari sekali.
- Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah
pepaya, pisang kepok putih, apel, pir, tomat dan beberapa buah lainnya.
Sebaiknya perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya mengandung
vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Di
samping itu, buah pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan
sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
- EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat
baik yaitu: Jangkrik, orong-orong, kroto, ulat hongkong, ulat bambu,
kelabang, belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan
dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan
pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.
Referensi vitamin dan mineral lengkap untuk burung,
silakan di lihat di http://omkicau.com/bird-top-product/.
Perawatan dan setelan harian burung cucak hijau
Perawatan harian untuk burung cucak hijau relatif sama
dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu
rutin dan konsisten.
Pola Perawatan Harian dan Stelan
Harian untuk burung cucak hijau:
- Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam
07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada
kebiasaan masing-masing burung).
- Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan
voer, air minum dan buah segar.
- Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan
pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
- Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari
mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat
burung sejenis.
- Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung
tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
- Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung
dapat dimaster dengan suara master atau burung-burung Master.
- Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali
diteras, boleh dimandikan bila perlu.
- Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
- Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di
perdengarkan suara master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
Penting
- Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x
seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
- Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan
format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum’at dan
hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
- Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4
jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
- Berikan multivitamin yang dicampur pada air minum
seminggu sekali saja.
- Berikan buah pisang yang yang telah diolesi madu
setiap hari Sabtu.
Penanganan apabila burung cuvak hijau overbirahi
- Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore
- Bisa diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari
berturut-turut
- Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya
pagi-siang dan sore
- Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30
menit/hari saja
Penanganan apabila burung cuvcak hijau kondisinya drop
- Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5
pagi dan 5 sore
- Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x
seminggu
- Mandi dibuat 2 hari sekali saja
- Burung segera diisolasi, jangan melihat dan
mendengar burung cucak hijau lain dahulu
- Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari
PENANGANAN CUCAK HIJAU UNTUK LOMBA
Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan
perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung
agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.
Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar
masing-masing burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk
burung cucak hijau:
- H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan
menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
- H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur
maksimal 30 menit saja.
- 1 Jam sebelum digantang lomba, berikan Jangkrik 3
ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
- Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan
Jangkrik 1 ekor lagi.
Penting
- Jangan memandikan burung pada saat di lapangan,
karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
- Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi
sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.
Perawatan dan setelah cucak hijau pasca lomba
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan
stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
Berikut ini pola Perawatan dan setelan pasca lomba
untuk burung cucak hijau:
- Porsi EF dikembalikan ke setelan harian.
- Berikan multivitamin pada air minum pada H+1
setelah lomba.
- Sampai H+3 setelah lomba, penjemuran maksimal 30
menit saja.


