PROBLEM CUCAK HIJAU
1. Kurang fighting spirit, tidak ngetrok atau njambul
2. Hanya melet-melet (julurkan lidah) kalau ditrek
3. Mabung nyulam terus-menerus
4. Nyekukruk tak bergairah
2. Hanya melet-melet (julurkan lidah) kalau ditrek
3. Mabung nyulam terus-menerus
4. Nyekukruk tak bergairah
1. Kurang fighting spirit alias kurang semangat tempur biasanya karena burung masih muda, burung
kurang fit, kegemukan. Atasi dengan pemberian asupan yang seimbang gizi,
vitamin dan mineralnya. Bisa gunakan BirdVit untuk rawatan harian. Bisa
gunakan BirdShout selama 3 hari sebelum turun lomba. Jika kegemukan, perbanyak
mandi.
Agar burung ngentrok dan njambul, pastikan burung
birahi secara terukur. Selain diterapi harian dengan BirdVit, latihlah
atau sering pertemukan dengan cucak hijau yang suka njambul dan ngentrok.
Karakter “njambul dan ngentrok” bisa ditularkan dengan cara burung yang
“dimaster” dikerodong, dan usahakan bisa melihat cucak hijau lain yang suka
ngentrok dan njambul bila sedang berbunyi.
2. Hanya melet-melet (julurkan
lidah) kalau ditrek, maka penyebabnya dan cara mengatasinya sama dengan poin
pertama hanya saja sering-sering ditrek dengan burung lain dan kurangi/ jangan
dicas dengan burung betina.
3. Mabung nyulam terus-menerus, penyebabnya kebanyakan lemak dan protein tetapi kekurangan vitamin dan
mineral. Lakukan terapi Bird Mineral dan barengi dengan perawatan harian
menggunakan BirdVit. Kurangi dulu penjemuran dari porsi biasanya.
4. Nyekukruk tak bergairah. Bisa disebabkan oleh gangguan parasit, baik cacing maupun kutu. Bisa atasi
dengan AscariStop dan FreshAves. Jika gangguan parasit sangat
akut, bisa disertai penggunaan BirdFresh.
BURUNG MURAI BATU
Scientific classification
Kingdom: Animalia Phylum: Chordata Class: Aves Order: Passeriformes Family: Muscicapidae Genus: Copsychus Species: C. malabaricus Binomial name Copsychus malabaricus Synonyms Kittacincla macrura Cittocincla macrura |
REFERENSI
|
Umum
Burung murai batu (Copychus malabaricus)
adalah anggota keluarga Turdidae. Burung keluarga Turdidae dikenal memiliki
kemampuan berkicau yang baik dengan suara merdu, bermelodi, dan sangat
bervariasi. Ketenaran burung murai batu bukan hanya sekedar dari suaranya yang
merdu, namum juga gaya bertarungnya yang sangat aktraktif.
Jenis-jenis murai batu yang dikenal di Indonesia
adalah sebagai berikut:
- Murai batu medan, Bukit Lawang, Bohorok, kaki G
Leuser wilayah Sumatra Utara. Panjang ekor 27 – 30 cm.
- Murai Aceh, di kaki G Leuser wilayah Aceh.
Panjang ekor 25 – 30 cm.
- Murai batu Nias, panjang ekor 20 – 25 cm. Ekor
keseluruhan berwarna hitam.
- Murai Jambi, hidup di Bengkulu, Sumatra Selatan,
Jambi.
- Murai batu Lampung, hidup di Krakatau, Lampung.
Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 – 20 cm.
- Murai Banjar (Borneo), jenis ini paling populer
di Kalimantan, karena sering merajai berbagai lomba di Kalimantan.
Penyebaran di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10 –
12 cm.
- Murai Palangka (Borneo), panjang ekor 15 – 18 cm.
Hidup di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
- Larwo (Murai Jawa), hidup di Jawa Tengah dan Jawa
Barat. Tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Jenis ini sudah sangat
langka ditemukan. Panjang ekor 8 – 10 cm.
Selain dari 8 sub-spesies murai batu di atas, masih
ada murai batu yang berasal dari negeri tetangga, yaitu :
- Murai batu Malaysia, wilayah Penang. Ekor tipis
dan panjang sekitar 30 – 33 cm dan postur tubuh lebih besar dari murai
medan.
- Murai batu Thailand, hidup di perbatasan Thailand
dan Malaysia, tubuh lebih besar dari murai medan, panjang ekor 32 – 35 cm
dan warna hitam mengkilat indigo (kebiru-biruan).
- Murai batu Philippine, wilayah Luzon dan
Catanduanes. Jenis ini lebih tepat disebut murai hias, karena memiliki warna
tubuh yang sangat indah.
Murai batu serta kerabatnya dikelompokkan dalam
beberapa species, sebagai berikut:
- Copsychus malabaricus (White Rumped Shama),
- Copsychus luzoniensis (White Browed Shama),
- Copsychus niger (White
Vented Shama)
- Copsychus cebuensis (Black Shama).
- Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama /
Rufous Tailed Shama) .
Subspecies, ciri-ciri dan penyebarannya
A. Copsychus malabaricus (White Rumped Shama) terdiri
dari 19 sub-species:
- Copsychus interpositus (Nepal, India, Myanmar, Yunan -China, Thailand dan Indochina)
- Copsychus stricklandii (Sabah, Kalimantan)
- Copsychus andamanensis (Andaman, Nicobar)
- Copsychus albiventris (Andaman)
- Copsychus indicus (Nepal, Indochina)
- Copsychus pellogynus (Myanmar, Peninsular)
- Copsychus minor
(Hainan-China)
- Copsychus mallopercnus (Malaysia)
- Copsychus javanus (Jawa Barat dan Jawa Tengah)
- Copsychus omissus
- Copsychus barbouri (Maratua, Kalimantan Timur)
- Copsychus leggei (Sri Lanka)
- Copsychus malabaricus (India)
- Copsychus macrourus (Con Son, Vietnam Selatan)
- Copsychus tricolor (Malaysia, Sumatra, Natuna Island dan Anamba)
- Copsychus melanurus (Sumatra bagian Barat, Enggano)
- Copsychus suavis (Sarawak, Kalimantan)
- Copsychus mirabilis (Prinsen Island)
- Copsychus nigricauda (Kangean Island)
B. Copsychus luzoniensis (White Browed Shama) terdiri
dari 4 subspecies, yaitu :
- Copsychus luzoniensis (Luzon, Catanduanes)
- Copsychus parvimaculatus (Polillo)
- Copsychus shemleyi (Marinduque)
- Copsychus superciliaris (Masbate, Negros, Panay,
Ticao).
C. Copsychus niger (White Vented Shama):
Tersebar di Palawan, Calamian, Balabac, Sabang (all in Philippines).
D. Copsychus cebuensis (Black Shama): Hidup di wilayah
Cebu Philippines.
E. Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama / Rufous
Tailed Shama): Penyebaran di Way Kambas, Thailand, Malaysia dan Borneo.
Gambar beberapa jenis/sun-spesies murai batu (sumber
gambar: planet burung)


1 comment:
Bedakan Jantan Betina Trotolan Cucak Ijo
Hilangkan suara serak pada cucak ijo
Cairi cuak ijo banyuwangi asli
mp3 suara cucak ijo gacor
Post a Comment