Ini
adalah salah satu kiat perawatan burung harian yang mungkin sudah banyak
diterapkan oleh para kicaumania, namun setahu saya tidak pernah dibahas secara
detil.
Tulisan ini bertolak dari suatu asumsi
(berdasarkan pengamatan atas perilaku burung dan juga manusia, hehehe) bahwa
dalam kondisi kekenyangan, burung (dan juga manusia-lah) cenderung
malas-malasan. Manifestasi malas2an ini, kalau burung ya nggak rajin bunyi,
kalau manusia ya akan segera menuju kamar tidur lantas mendekap guling….
Dalam konteks burung, ada saran dari saya:
berikan pakan ketika lapar dan stop pemberian sebelum kenyang (atau
kekenyangan). Tapi perlu diingat, bahwa ini adalah pola perawatan bagi mereka
yang “sempat” dan bisa konsisten.
Caranya, setelah burung mandi (pada pagi
hari, kalau biasa dimandikan pagi) katakanlah jam 7, berikan pakan seperti
sediakala. Selepas jam 9, keluarkan wadah pakan. Ini bertujuan agar burung
tidak makan melulu setelah itu. Sekitar jam 12, baru wadah pakan dimasukkan
lagi. Kalau siang biasanya diberi tambahan jangkrik entah berapa ekor misalnya,
ya berikan seperti sediakala. Keluarkan lagi wadah pakan sekitar jam 13.
Masukkan lagi pada jam 17-an atau setengah jam sebelum burung masuk peraduan.
Dan keluarkan wadah pakan bersamaan dengan Anda mengerodong burung, atau kalau
yang tidak biasa kerodong, ya pokoknya keluarkan wadah pakan agar burung tidak
makan di malam hari.
Pola di atas memang tidak baku, terserah
Anda bagaimana mengaturnya yang jelas tujuannya adalah agar burung tidak makan
melulu dan kekenyangan. Burung yang selalu kenyang, selain relatif tidak rajin
bunyi, juga gampang menjadi gemuk. Padahal kalau burung kegemukan, pastilah
relatif nggak rajin bunyi.
Catatan:
- Pola pengaturan pakan seperti
ini berlaku untuk burung dalam kondisi normal (tidak sakit/ mabung; tidak
dalam treatment khusus menghadapi lomba dsb) dalam perawatan sehari-hari.
- Pola pengaturan pakan seperti
ini mutlak diterapkan kepada burung2 jenis tertentu (dalam kondisi normal
untuk perawatan sehari-hari) yang kerjanya kebanyakan makan melulu seperti
kenari. Jangan biarkan sangkar kenari Anda selalu ada pakan di dalamnya,
karena selama ada pakan, kenari tidak pernah berhenti makan. Atau, cukup
letakkan pakan kenari 1 sendok makan (atau bahkan kurang) pada pagi hari
(dengan asumsi masih ada sayur/buah, atau kadang malah telor puyuh dsb).
Cukupkan itu untuk makan kenari dalam sehari. Kalau sore hari sudah
kosong, biarkan saja. Dan baru diberi lagi pagi hari keesokannya.
- Terapkan ini secara konsisten,
niscaya burung Anda yang seharusnya rajin bunyi tetapi angin2an, menjadi
rajin bunyi.
Berikut tips melatih cendet agar mempunyai mental yang bagus
dan tangguh dalam urusan berkicau :
1. Penjemuran : Rajin-rajinlah menjemur burung cendet di pagi hari
ketika sinar matahari sudah terlihat terang dan hangat. Batas waktu penjemuran
tergantung stamina. Mungkin untuk mengawali, batasi jam penjemuran pada pukul
10 pagi, paling tidak hingga cendet terdebut tampak sudah kepanasan, biasanya
tampak cendet membuka paruhnya untuk mengeluarkan hawa panas pada tubuhnya.
Semakin sering, biasanya cendet akan semakin terbiasa dan semakin tahan panas.
Jika sudah terbiasa, biasanya cendet tahan hingga pukul 12 siang. Pastikan
setelah penjemuran, cendet ditaruh di tempat teduh yang terbuka, jangan
langsung menaruh di tempat tertutup untuk menghindari pengaruh perubahan suhu
udara yang mendadak yang mungkin mengakibatkan ketidaknyamanan burung cendet.
Penjemuran tidak hanya berguna untuk melatih stamina, tetapi juga untuk menjaga
agar paruh dan kukunya tidak memanjang. Paruh cendet yang memanjang
mengakibatkan cendet agak susah memilah makanan yang dimakannya dan kalau
cendet tersebut galak, pastinya suka mematuk dan bisa melukai tangan jika kita
hendak memberi makan atau lainnya. Kuku kaki yang terlalu panjang juga
mengakibatkan cendet tidak bisa mencengkeram kayu tumpuan dengan nyaman. Bagi
cendet yang terlanjur memiliki paruh yang memanjang hingga melengkung,
penjemuran akan sangat efektif untuk memendekkannya lagi. Karena kelebihan
paruh atau ujung paruh yang mamanjang akan lepas atau putus dengan sendirinya,
termasuk kuku-kuku kakinya.
2. Memandikan cendet : Dalam memandikan cendet, kenalilah cendet anda.
Pada umumnya, kebanyakan orang memandikan cendet dengan cara disemprot. Untuk
cara ini, usahakan ujung semprotan disetel hingga air yang keluar agak menyebar
seperti embun tetapi jangan terlalu halus, karena dikhawatirkan akan terhirup
dan mungkin bisa menyebabkan pilek pada cendet. Dan jangan terlalu kasar,
sehingga tidak merusak bulu cendet dan menyakiti badan cendet tersebut. Cukup
diperhalus yang penting bisa membasahi bulu cendet. Adakalanya, sehabis cendet
disemprot, burung tersebut seperti tidak puas atau tidak nyaman dan ingin mandi
sendiri, maka pastikan mempunyai bak mandi khusus di dalam sangkar agar cendet
tidak menghabiskan jatah air minumnya untuk mandi. Karena jika cendet mandi
dari wadah air minumnya, mungkin bisa mengotori air tersebut atau tanpa kita
sadari air tersebut habis dan akhirnya membuat cendet kesulitan untuk minum dan
kehausan. Ada juga yang berusaha memandikan pakai keramba (sangkar khusus
mandi). Terus terang cara ini paling sulit dilakukan, karena kemungkinan hal
ini bukanlah kebiasaan cendet (secara naluri) untuk mandi di air yang luas dan
penuh, misal di sungai atau danau dsb. Dan untuk melatih dengan keramba sangat
susah sekali, jadi untuk cara ini tidaklah perlu dipaksakan. Cukup tergantung
reaksi cendet tersebut. Sehabis dimandikan, pastikan langsung dijemur pada
terik matahari. Jadi jika pada hari itu tampak mendung atau tidak ada panas,
sebaiknya tidak usah dimandikan.
3. Pemberian makan : Untuk pemberian makanan agar cendet tetap fit, kita
bisa memberikan makanan berupa jengkerik atau kroto segar. Bila anda punya
waktu luang, mungkin bisa mencarikan belalang yang berukuran sedang (tidak
perlu sesering mungkin), mengingat hal ini mungkin jadi kebiasaan cendet di
alam liar. Agar makanan berupa jengkerik maupun belalang tidak menyakiti
tenggorokan cendet, pastikan untuk membuang kaki dan kepala dari jengkerik atau
belalang tadi. Jumlah pemberian jangan terlalu berlebihan. Sebab cendet yang
terlalu rakus, akan menyebabkan cendet tersebut malas berkicau karena setiap
melihat kita pasti akan meminta lagi dan lagi. Jika ingin memberikan jengkerik,
mungkin bisa dijadwal seperti berikut : pagi 3 ekor jengkerik dan sore 3 ekor
atau perhari cukup 5 ekor dan sebagainya, yang penting jangan berlebihan. Untuk
kroto, cukup jadikan sebagai nutrisi tambahan, jadi jangan terlalu sering. Maka
berilah kroto secukupnya untuk beberapa hari saja. Untuk menjaga kroto tetap
segar, jangan membuang induk kroto (keranggang) karena dengan adanya induk
kroto tadi, kroto (telur keranggang) akan dijaga oleh induknya tadi. Sebab,
kroto yang busuk bisa menjadi racun yang mematikan bagi semua burung. Jadi
cukup sisihkan induk kroto ketika kita akan memberikan kepada cendet saja.
Takarannya juga tidak perlu berlebihan, kira-kira sesendok makan atau anda
perkirakan sendiri.
4. Sangkar cendet : Untuk urusan sangkar sebaiknya anda tidak perlu ragu
atau menunda. Pastikan selalu menggunakan atau membeli sangkar yang lumayan
besar atau cukup lapang agar tidak merusak ekor dan burung merasa lebih leluasa
sehingga tidak mudah stress. Karena cendet merupakan burung yang memiliki
memori yang begitu kuat. Saking kuatnya ingatan burung cendet, burung ini
begitu hafal hanya dengan suara-suara yang didengarnya. Contohnya suara motor